ALAT YANG DIPERLUKAN SESUAI UMUR KPSP

 

Bayi 3 bulan : tdk memerlukan alat

Bayi 6 bulan : pensil, mainan lucu, kismis/uang logam

Bayi 9 bulan : mainan 2 buah, sapu tangan, kismis, kue kering

Anak 12 bulan : pensil, kismis/ kacang, 2 kubus kecil

Anak 15 bulan : 2 kubus kecil,kacang/ kismis

Anak 18 bulan : kacang/ kismis/ potongan biskuit, bola, cangkir/ gelas

Anak 21 bulan : kacang/ kismis/ potongan biskuit, bola, cangkir/gelas, 2 kubus

Anak 24 bulan : 2 buah kubus, mainan, bola kecil

Anak 30 bulan : bola kecil, pensil, kertas, 4 buah kubus, gambar-gambar hewan

Anak 36 bulan : pensil, kertas, 4 buah kubus, gambar-gambar hewan, bola, sepatu, sepeda roda 3

Anak 42 bulan: sepatu, sepeda roda 3, kertas, pensil, 8 buah kubus

Anak 48 bulan : sepeda roda 3, kertas, pensil, kubus 8 buah

Anak 54 bulan : 8 buah kubus, boneka dengan pakaian, kertas, pensil

Anak 60 bulan : kertas, pensil, gambar segi empat dengan warna berbeda-beda

Anak 66 bulan : kertas, pensil, gambar segi empat dengan warna berbeda-beda, bola kecil

Anak 72 bulan : gambar segi empat dengan warna berbeda-beda, pensil, kertas, bola kecil,

7 segmen usia stimulasi:

A. 3-6 bln

B. 6-12 bln

C. 12-24 bln

D. 24-36 bln

E. 36-48 bln

F. 48-60 bln

G. > 60 bln

 

 

 

STIKes PATRIA HUSADA BLITAR

 

Standar Operating Procedure (SOP)

DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK

Pengertian Adalah kegiatan atau pemeriksaan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang pada balita dan anak pra sekolah.
Indikasi Anak umur 0 – 6 tahun
Kontraindikasi
Petugas 1.       Dosen S1 Keperawatan STIKes Patria Husada Blitar2.       Perawat/Bidan

3.       Kader Posyandu

4.       Mahasiswa S1 Keperawatan

Persiapan pasien 1.       Menjelaskan prosedur dan tindakan yang akan dilakukan2.       Mengatur posisi pasien senyaman mungkin
Persiapan lingkungan Memberikan lingkungan yang tenang, aman dan nyaman.
Persiapan alat 1.       Timbangan2.       Pengukur Tinggi Badan

3.       Pita Ukur

4.       Kartu KMS

5.       Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) sesuai umur anak

6.       Instrumen tes daya dengar (TDD)

  • Istrumen TDD menurut umur anak
  • Gambar binatang (ayam, anjing, kucing, manusia)
  • Mainan (boneka, kubus, cangkir,bola)

7.       Instrumen tes daya lihat

  • Ruangan yang bersih,tennag, penyinaran baik
  • 2 buah kursi, 1 untuk anak; 1 untuk pemeriksa
  • Poster “E” untuk digantung dan kartu “E” untuk dipegang
  • Alat penunjuk

8.       Koesioner Masalah Mental Emosional (KMME)

9.       Check list for autism in toddlers (CHAT)

10.   Check list gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (GPPH)

Prosedur 1.       Menimbang berat badan2.       Mengukut tinggi badan/panjang badan

3.       Mengukur lingkar kepala

4.       Menanyakan perkembangan anak dengan KPSP sesuai umur anak

5.       Melakukan tes daya dengar  pada usia 0 – 3 tahun

6.       Melakukan tes daya lihat pada usia 36 – 72 bulan

7.       Melakukan test KMME pada usia 36 – 72 bulan

8.       Melakukan test CHAT pada usia 18 – 36 bulan

9.       Melakukan test GPPH pada usia 36 bulan ke atas

Evaluasi sikap 1.       Menunjukkan sikap sopan dan ramah2.       Menjamin privacy pasien

3.       Bekerja dengan teliti

4.       Memperhatikan body mecanisme

Daftar rujukan Daftar pustaka:1.       Dirjen Pembinaan kesehatan masyarakat.(2006).Pedoman pelaksanaan stimulasi, deteksi dan intervensi dini Tumbuh Kembang Anak di tingkat pelayanan kesehatan dasar.Jakarta:Depkes RI.

2.       http://fk.unand.ac.id/index.php?option=com_content&task=view&id=104 di akses tanggal 03 Juli 2007.

 

 

 

STIKes PATRIA HUSADA BLITAR

 

Standar Operating Procedure (SOP)

Kuesioner Pra Skrining Perkembangan

Pengertian KPSP adalah alat/instrumen yang digunakan untuk mengetahui perkembangan anak normal atau ada penyimpangan.(http://draguscn.wordpress.com/clinics/alat/kuesioner-pra-skrining-perkembangan-kpsp/)

 

Indikasi 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 30, 36, 42, 48, 54, 60, 66, 72 bulan
Kontraindikasi
Petugas
  1. Dosen S1 Keperawatan STIKes Patria Husada Blitar
  2. Perawat/Bidan
  3. Kader Posyandu
  4. Mahasiswa S1 Keperawatan
Persiapan pasien
  1. Menjelaskan prosedur dan tindakan yang akan dilakukan
  2. Mengatur posisi pasien senyaman mungkin
Persiapan lingkungan Memberikan lingkungan yang tenang, aman dan nyaman.
Persiapan alat 1. Kuesioner (daftar pertanyaan) sesuai umur anak2. Kertas, pensil,

3. Bola karet atau plastik seukuran  bola tenis,

4. Kerincingan,

5. Kubus berukuran sisi 2,5 cm sebanyak 6 buah,

6. Benda-benda kecil seperti kismis/potongan biskuit kecil berukuran 0,5-1 cm

Prosedur
  1. Menghitung umur anak (tanggal, bulan, tahun)

Bila umur anak lebih 16 hari dibulatkan menjadi 1 bulan. Contoh: bayi umur 3

bulan 16 hari, dibulatkan menjadi 4 bulan.Bila umur bayi 3 bulan 15 hari dibulatkan menjadi  3 bulan.

  1. Buka kuesioner KPSP sesuai dengan umur anak
  2. Menjelaskan tujuan KPSP pada orangtua
  3. Menanyakan isi KPSP sesuai urutan atau melaksanakan perintah sesuai KPSP
  4. Interprestasi hasil KPSP
  • Hitung jawaban Ya (bila dijawab bisa atau sering atau kadang-kadang)
  • Hitung jawaban Tidak (bila jawaban belum pernah atau tidak pernah)
  • Bila jawaban YA = 9-10, perkembangan anak sesuai dengan tahapan perkembangan (S)
  • Bila jawaban YA = 7 atau 8, perkembangan anak meragukan (M)
  • Bila jawaban YA = 6 atau kurang, kemungkinan ada penyimpangan (P).
  • Rincilah jawaban TIDAK pada nomer berapa saja.
  1.  Tindak Lanjut

          Untuk Anak dengan Perkembangan SESUAI (S)

  • Orangtua/pengasuh anak sudah mengasuh anak dengan baik.
  • Pola asuh anak selanjutnya terus lakukan sesuai dengan bagan stimulasi sesuaikan dengan umur dan kesiapan anak.
  • Keterlibatan orangtua sangat baik dalam tiap kesempatan stimulasi. Tidak usah mengambil momen khusus. Laksanakan stimulasi sebagai kegiatan sehari-hari yang terarah.
  • Ikutkan anak setiap ada kegiatan Posyandu.

Untuk Anak dengan Perkembangan MERAGUKAN (M)

  • Konsultasikan nomer jawaban tidak, mintalah jenis stimulasi apa yang diberikan lebih sering .
  • Lakukan stimulasi intensif selama 2 minggu untuk mengejar ketertinggalan anak.
  • Bila anak sakit lakukan pemeriksaan kesehatan pada dokter/dokter anak. Tanyakan adakah penyakit pada anak tersebut yang menghambat perkembangannya.
  • Lakukan KPSP ulang setelah 2 minggu menggunakan daftar KPSP yang sama pada saat anak pertama dinilai.
  • Bila usia anak sudah berpindah golongan dan KPSP yang pertama sudah bisa semua dilakukan. Lakukan lagi untuk KPSP yang sesuai umur anak.
  • Lakukan skrining rutin, pastikan anak tidak mengalami ketertinggalan lagi.
  • Bila setelah 2 minggu intensif stimulasi, jawaban masih (M) = 7-8 jawaban YA. Konsultasikan dengan dokter spesialis anak atau ke rumah sakit dengan fasilitas klinik tumbuh kembang.

Untuk Anak dengan Penyimpangan perkembangan (P)

  • Segera rujuk ke Rumah Sakit
  • Tulis  jenis dan jumlah penyimpangan perkembangan

(mis. gerak kasar, halus, bicara & bahasa, sosial dan kemandirian)

Evaluasi sikap 1.       Menunjukkan sikap sopan dan ramah2.       Menjamin privacy pasien

3.       Bekerja dengan teliti

4.       Memperhatikan body mecanisme

Daftar rujukan Daftar pustaka:

  1. Dirjen Pembinaan kesehatan masyarakat.(2006).Pedoman pelaksanaan stimulasi, deteksi dan intervensi dini Tumbuh Kembang Anak di tingkat pelayanan kesehatan dasar.Jakarta:Depkes RI.
  2. http://draguscn.wordpress.com/clinics/alat/kuesioner-pra-skrining-perkembangan-kpsp/ di akses tanggal 03 Juli 2007.
  3. http://www.litbang.depkes.go.id/riskesdas/download/PedomanPengisianKuesioner.pdf  di akses tanggal 03 Juli 2007.
  4. http://fk.unand.ac.id/index.php?option=com_content&task=view&id=104 di akses tanggal 03 Juli 2007.

 

Pada saat bayi baru lahir maka kita harus melakukan penilaian apgar skor, hal ini sangat penting untuk mengetahui adanya tanda-tanda asfiksia.

Klasifikasi asfiksia berdasarkan nilai APGAR
1. Hasil Apgar Score : 0 – 3   : Asfiksia Berat
2. Hasil Apgar Score : 4 – 6   : Asfiksia Sedang
3. Hasil Apgar Score : 7 – 10  : Normal

Pemantauan :
Bila Apgar Score 5 menit masih kurang dari 7, penilaian dilanjutkan setiap 5 menit, sampai score mencapai 7.

bagaimana cara kita menilai apgar score? berikut ini akan adalah tabel kriteria penilaian nya.

Klinis

0

1

2

Detak jantung Tidak ada Kurang dari 100/menit lebih dari 100/menit
Pernapasan Tidak ada Tidak teratur Tangis kuat
Reflek waktu jalan napas dibersihkan Tidak ada Menyeringai Batuk/bersin
Tonus otot Lunglai Fleksi ekstermitas

(lemah)

Fleksi kuat

Gerak aktif

Warna kulit Biru pucat Tubuh merah

Ekstermitas biru

Merah seluruh

Tubuh


Sebenarnya tidak jauh berbeda dengan dewasa, akan tetapi ada beberapa komponen yang penilaiannya spesifik untuk anak dan bayi. Beberapa pengkajian pada orang dewasa tidak sesuai untuk bayi dan anak – anak, oleh karena itu harus dimodifikasi.

Modified Glasgow Coma Scale for Infants and Children

Area Assessed Infants Children

Score*

respon membuka mata Open spontaneously Open spontaneously

4

Open in response to verbal stimuli Open in response to verbal stimuli

3

Open in response to pain only Open in response to pain only

2

No response No response

1

respon verbal Coos and babbles Oriented, appropriate

5

Irritable cries Confused

4

Cries in response to pain Inappropriate words

3

Moans in response to pain Incomprehensible words or nonspecific sounds

2

No response No response

1

respon motorik** Moves spontaneously and purposefully Obeys commands

6

Withdraws to touch Localizes painful stimulus

5

Withdraws in response to pain Withdraws in response to pain

4

Responds to pain with decorticate posturing (abnormal flexion) Responds to pain with flexion

3

Responds to pain with decerebrate posturing (abnormal extension) Responds to pain with extension

2

No response No response

1

*Score:
12 suggests a severe head injury.
8 suggests need for intubation and ventilation.
6 suggests need for intracranial pressure monitoring.

**If the patient is intubated, unconscious, or preverbal, the most important part of this scale is motor response. This section should be carefully evaluated.

Adapted from Davis RJ et al: Head and spinal cord injury. In Textbook of Pediatric Intensive Care, edited by MC Rogers. Baltimore, Williams & Wilkins, 1987; James H, Anas N, Perkin RM: Brain Insults in Infants and Children. New York, Grune & Stratton, 1985; and Morray JP et al: Coma scale for use in brain-injured children. Critical Care Medicine 12:1018, 1984.

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can alway preview any post or edit you before you share it to the world.